Ekonomi

UMKM Isi 45 Persen Tenant Jakarta Fair 2026

9
×

UMKM Isi 45 Persen Tenant Jakarta Fair 2026

Sebarkan artikel ini

Jakarta, Top8News – Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mengisi sekitar 45 persen tenant dalam penyelenggaraan Jakarta Fair Kemayoran 2026 yang resmi dibuka di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Kamis (11/6).

 

Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman mengatakan Jakarta Fair Kemayoran menjadi momentum penting bagi para pelaku UMKM untuk memperkenalkan produk, memperluas jaringan usaha, dan meningkatkan kapasitas bisnis.

 

Jakarta Fair Kemayoran 2026 berlangsung pada 11 Juni hingga 12 Juli 2026 dengan menghadirkan sekitar 2.800 perusahaan dan 1.800 tenant dari berbagai sektor usaha. Dari jumlah tersebut, sekitar 45 persen merupakan usaha mikro, kecil, dan menengah.

 

“Ajang ini menjadi momentum penting bagi para pengusaha UMKM untuk memperkenalkan produk, memperluas jaringan usaha, dan meningkatkan kapasitas bisnisnya,” ujar Maman.

 

Menurut Maman, Jakarta Fair Kemayoran merupakan tradisi tahunan yang membanggakan dan memiliki kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Selama puluhan tahun, ajang tersebut menjadi ruang strategis yang mempertemukan dunia usaha, konsumen, investor, dan masyarakat dalam satu ekosistem ekonomi yang produktif.

 

Sebagai pameran multiproduk dan hiburan terbesar di Asia Tenggara yang memasuki penyelenggaraan ke-57, Jakarta Fair Kemayoran menjadi salah satu etalase utama produk dalam negeri sekaligus wadah promosi yang efektif bagi pengusaha UMKM untuk menjangkau pasar yang lebih luas.

 

Pada penyelenggaraan tahun ini, Jakarta Fair Kemayoran menargetkan nilai transaksi mencapai Rp8 triliun, meningkat dibandingkan realisasi transaksi tahun 2025 yang mencapai Rp7,3 triliun. Selain itu, jumlah pengunjung ditargetkan melampaui enam juta orang, lebih tinggi dibandingkan capaian tahun lalu yang mencapai sekitar 5,9 juta pengunjung.

 

Maman menilai besarnya arus pengunjung merupakan peluang luar biasa bagi pelaku UMKM. Selain berpotensi meningkatkan transaksi, tingginya jumlah pengunjung juga membuka kesempatan promosi, memperkenalkan produk kepada konsumen baru, serta memperluas peluang kemitraan usaha.

 

“Arus pengunjung yang sangat besar merupakan peluang yang luar biasa bagi pengusaha UMKM. Selain nilai transaksi yang tercipta, kami juga memperhatikan peningkatan jumlah pengunjung karena hal tersebut memperluas kesempatan promosi, memperkenalkan produk kepada konsumen baru, dan membuka peluang kemitraan yang lebih luas,” katanya.

 

Ia menegaskan Kementerian UMKM akan terus mendukung pemberdayaan UMKM melalui berbagai program, antara lain platform SAPA UMKM, kemudahan sertifikasi dan standardisasi produk, perluasan akses pembiayaan, penguatan kemitraan dan rantai pasok, serta perluasan akses pasar.