EkonomiIndustri

Indonesia Boyong 50 Co-Exhibitor ke INNOPROM 2026

15
×

Indonesia Boyong 50 Co-Exhibitor ke INNOPROM 2026

Sebarkan artikel ini

Jakarta, Top8News – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) membawa 50 co-exhibitor dari berbagai sektor strategis dalam ajang INNOPROM 2026 yang berlangsung di Ekaterinburg, Rusia, pada 6–9 Juli 2026. Keikutsertaan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat promosi industri manufaktur nasional sekaligus memperluas peluang kerja sama dengan negara-negara Eurasia.

 

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, keikutsertaan Indonesia sebagai Official Partner Country pada INNOPROM 2026 merupakan momentum strategis untuk memperkuat hubungan industri nasional dengan Rusia dan kawasan Eurasia.

 

“Keikutsertaan Indonesia sebagai Official Partner Country pada INNOPROM 2026 merupakan momentum strategis untuk memperkuat hubungan industri nasional dengan negara Eurasia. Kami ingin membangun kemitraan yang saling menguntungkan dengan Rusia dan negara-negara Eurasia,” ujar Agus dalam keterangannya, Minggu (12/7).

 

Sebagai negara pertama dari Asia Tenggara yang dipercaya menjadi Official Partner Country pada pameran industri terbesar di kawasan Eurasia tersebut, Indonesia menghadirkan Indonesia Pavilion seluas lebih dari 1.500 meter persegi yang menjadi pusat promosi industri manufaktur nasional dengan melibatkan 50 co-exhibitor dari berbagai sektor strategis.

 

Dalam pameran itu, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin turut memperkenalkan ekosistem vokasi industri Indonesia sekaligus memperkuat peluang kolaborasi pengembangan sumber daya manusia industri di tingkat global. BPSDMI hadir bersama Politeknik APP Jakarta dan Politeknik STMI Jakarta sebagai co-exhibitor.

 

Kepala BPSDMI Doddy Rahadi mengatakan, Kemenperin terus mendukung pertumbuhan industri nasional melalui pengembangan SDM industri yang menghasilkan tenaga kerja siap kerja dan berdaya saing global.

 

“Kemenperin mendukung pertumbuhan industri nasional melalui pengembangan SDM industri yang menghasilkan tenaga kerja industri yang siap kerja dengan daya saing global. Kehadiran BPSDMI di INNOPROM 2026 dapat mempromosikan kualitas SDM industri Indonesia serta membuka peluang kerja sama,” kata Doddy.

 

Kemenperin sebelumnya juga telah menjalin berbagai kolaborasi pengembangan SDM industri di tingkat internasional, di antaranya melalui Kelas Kerja Sama Internasional antara Politeknik ATI Makassar dengan Morimitsu Industry, Jepang, serta Program Luban-Mozi College antara Politeknik ATK Yogyakarta dengan Sailun Group dan Qingdao Technical College (QTC) dari Tiongkok.

 

Politeknik APP Jakarta dalam ajang tersebut menampilkan kompetensi di bidang manajemen logistik, perdagangan internasional, dan manajemen pemasaran. Sementara itu, Politeknik STMI Jakarta memperkenalkan program studi yang berkaitan dengan industri otomotif. Kedua politeknik tersebut juga membuka peluang kolaborasi internasional, mulai dari pembentukan kelas internasional, pertukaran pelajar, hingga riset dan penelitian.

 

Selain itu, Kemenperin turut mempromosikan Pusat Industri Digital 4.0 (PIDI 4.0) sebagai layanan terpadu untuk mendukung transformasi sektor manufaktur menuju industri 4.0. PIDI 4.0 memberikan layanan penguatan ekosistem industri 4.0, pengembangan SDM, fasilitasi industri, hingga AI dan Engineering Center, serta telah bermitra dengan puluhan pemangku kepentingan nasional maupun internasional.

 

Doddy berharap kehadiran BPSDMI pada INNOPROM 2026 dapat memberikan dampak positif bagi pengembangan SDM industri Indonesia sekaligus meningkatkan citra program pelatihan dan pendidikan vokasi industri di tingkat global.

 

“Kami berharap kehadiran BPSDMI di INNOPROM 2026 memberikan dampak yang signifikan bagi perkembangan SDM industri, salah satunya citra positif program pelatihan dan pendidikan vokasi industri di mata dunia,” pungkasnya.