Palembang, Top8News – Upaya pengembangan Museum UIN Raden Fatah Palembang terus menunjukkan progres positif. Sebagai tindak lanjut kerja sama antara UIN Raden Fatah Palembang dan Komunitas Pencinta Antik dan Kebudayaan Sriwijaya (KOMPAKS), Wakil Rektor II UIN Raden Fatah Palembang Prof. Dr. Abdul Hadi, M.Ag bersama Wakil Rektor III Dr. Syahril Jamil melakukan kunjungan langsung ke Posko KOMPAKS di Palembang, pada [Rabu/03/06/2026].
Kunjungan tersebut dilakukan untuk memperkuat koordinasi sekaligus membahas langkah-langkah strategis dalam proses pembentukan dan pengembangan Museum UIN Raden Fatah Palembang yang sebelumnya telah diinisiasi melalui kerja sama antara UIN Raden Fatah dan KOMPAKS. Kehadiran pimpinan universitas disambut langsung oleh Ketua KOMPAKS Hermeyudi beserta sejumlah anggota komunitas yang selama ini aktif mengoleksi, merawat, dan mendokumentasikan berbagai benda bersejarah serta artefak budaya Sriwijaya.
Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak membahas berbagai aspek penting terkait pengembangan museum, mulai dari penataan koleksi, inventarisasi benda-benda bersejarah, konsep edukasi museum, hingga strategi menjadikan museum sebagai pusat pembelajaran sejarah dan peradaban Melayu-Sriwijaya bagi sivitas akademika maupun masyarakat umum.
Wakil Rektor II UIN Raden Fatah Palembang, Prof. Dr. Abdul Hadi, M.Ag, menegaskan bahwa pembangunan museum merupakan bagian dari komitmen universitas dalam menjaga dan melestarikan warisan sejarah serta budaya yang menjadi identitas Sumatera Selatan.
“Museum ini nantinya bukan hanya menjadi ruang penyimpanan artefak, tetapi juga menjadi pusat edukasi, penelitian, dan penguatan identitas sejarah bagi generasi muda. Karena itu, sinergi dengan KOMPAKS menjadi langkah penting untuk memastikan museum ini memiliki nilai akademik dan historis yang kuat, sehingga ke depan kerjasama ini dapat melahirkan peradaban yang tidak tidak meninggalkan sejarah” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Rektor III Dr. Syahril Jamil menyampaikan bahwa keberadaan museum nantinya diharapkan dapat mendukung aktivitas kemahasiswaan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang berbasis pada kajian sejarah, budaya, dan peradaban Islam di Sumatera Selatan.
“Museum UIN Raden Fatah akan menjadi salah satu sarana pembelajaran yang hidup dan menjadi ruang akademik untuk menegaskan distingsi UIN Raden Fatah terkait dengan peradaban Islam dan Melayu, nantinya Mahasiswa dapat belajar langsung dari berbagai koleksi sejarah yang tersedia dalam riset-riset ilmiah, sehingga kampus memiliki ruang literasi budaya yang lebih kuat,” katanya.
Ketua KOMPAKS, Hermeyudi, menyambut baik kunjungan pimpinan UIN Raden Fatah Palembang tersebut. Menurutnya, kerja sama yang telah terjalin menunjukkan keseriusan kedua pihak dalam menghadirkan museum yang representatif dan bermanfaat bagi masyarakat luas.
“Kami merasa terhormat atas kunjungan pimpinan UIN Raden Fatah. Ini menjadi bukti nyata bahwa komitmen untuk membangun Museum UIN Raden Fatah terus berjalan. KOMPAKS siap memberikan dukungan, baik dalam bentuk koleksi, informasi sejarah, maupun pendampingan dalam pengelolaan museum,” ungkapnya.
Kunjungan yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan tersebut diakhiri dengan peninjauan sejumlah koleksi sejarah yang berada di Posko KOMPAKS serta diskusi teknis mengenai tahapan lanjutan pembangunan museum. Melalui kolaborasi ini, UIN Raden Fatah Palembang dan KOMPAKS berharap Museum UIN Raden Fatah dapat segera hadir sebagai pusat pelestarian sejarah, budaya, dan peradaban Sriwijaya yang memberikan manfaat bagi dunia akademik maupun masyarakat umum. (rbt)













