Palembang, Top8News – Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang bersama Bank Sumsel Babel Syariah menggelar kegiatan Sosialisasi Cash Waqf Linked Deposit (CWLD) sebagai upaya memperkuat literasi dan implementasi wakaf produktif di lingkungan perguruan tinggi. Kegiatan yang berlangsung di lingkungan UIN Raden Fatah tersebut dihadiri oleh jajaran pimpinan universitas, mulai dari para dekan, wakil dekan, kepala bagian, ketua program studi, sekretaris program studi, hingga pejabat struktural lainnya.
Kegiatan ini menghadirkan tim dari Bank Sumsel Babel Syariah, yaitu Pimpinan Divisi Unit Syariah Eldi Handoko, Pengelola Pengembangan Usaha Syariah Syefriyanti, serta Senior Analis Zakaria. Dari pihak UIN Raden Fatah hadir langsung Rektor Prof. Dr. Muhammad Adil, M.A., didampingi Wakil Rektor III Dr. Syahril Jamil, M.Ag., beserta seluruh unsur pimpinan universitas.
Sosialisasi tersebut bertujuan memberikan pemahaman komprehensif mengenai konsep Cash Waqf Linked Deposit (CWLD) sebagai salah satu instrumen keuangan sosial syariah yang mengintegrasikan wakaf uang dengan deposito syariah. Melalui skema tersebut, dana pokok wakaf tetap terjaga, sementara hasil pengelolaannya dimanfaatkan secara berkelanjutan untuk kepentingan pendidikan, sosial, kesehatan, pemberdayaan ekonomi umat, serta berbagai program kemaslahatan lainnya.
Dalam sambutannya, Rektor UIN Raden Fatah Palembang, Prof. Dr. Muhammad Adil, M.A., menegaskan bahwa wakaf merupakan salah satu instrumen ekonomi Islam yang memiliki dimensi ibadah sekaligus pemberdayaan sosial. Menurutnya, transformasi wakaf dari model konvensional menuju wakaf produktif menjadi kebutuhan penting dalam menjawab tantangan pembangunan umat pada era modern.
“Islam mengajarkan bahwa wakaf bukan sekadar menyerahkan aset untuk kepentingan ibadah, tetapi juga membangun peradaban melalui kebermanfaatan yang terus mengalir. Wakaf tunai menjadi bentuk inovasi fiqh muamalah yang memungkinkan setiap orang berpartisipasi dalam amal jariyah tanpa harus memiliki aset dalam jumlah besar. Kehadiran Cash Waqf Linked Deposit menjadi langkah strategis dalam mengoptimalkan potensi wakaf secara profesional, transparan, dan produktif sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat secara luas, termasuk dalam mendukung pengembangan pendidikan tinggi Islam,” ujar Rektor.
Prof. Adil juga berharap sinergi antara UIN Raden Fatah dan Bank Sumsel Babel Syariah dapat menjadi fondasi dalam membangun ekosistem wakaf yang lebih modern, akuntabel, dan berkelanjutan sehingga mampu melahirkan berbagai program pemberdayaan yang berdampak nyata bagi masyarakat.
Sementara itu, Pimpinan Divisi Unit Syariah Bank Sumsel Babel, Eldi Handoko, menjelaskan bahwa CWLD merupakan inovasi pengelolaan wakaf uang yang memberikan jaminan keamanan terhadap dana pokok wakaf, sementara hasil investasinya disalurkan kepada program-program sosial sesuai amanah wakif.
“Cash Waqf Linked Deposit merupakan salah satu instrumen keuangan sosial syariah yang mengedepankan prinsip keamanan, keberlanjutan, dan kemanfaatan. Dana pokok wakaf tetap utuh, sedangkan imbal hasilnya dapat dimanfaatkan untuk mendukung berbagai program pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, maupun kegiatan sosial lainnya. Kami berharap UIN Raden Fatah dapat menjadi mitra strategis dalam memperluas literasi dan implementasi wakaf produktif di Sumatera Selatan,” jelas Eldi Handoko.
Dalam kesempatan yang sama, Pengelola Pengembangan Usaha Syariah Bank Sumsel Babel Syariah, Syefriyanti, menyampaikan bahwa literasi masyarakat terhadap wakaf uang masih perlu terus ditingkatkan. Oleh karena itu, kolaborasi dengan perguruan tinggi menjadi langkah strategis dalam membangun pemahaman masyarakat mengenai pentingnya instrumen keuangan sosial syariah.
“Perguruan tinggi memiliki peran besar sebagai pusat edukasi dan diseminasi ilmu pengetahuan. Kami berharap melalui sosialisasi ini akan lahir pemahaman yang lebih komprehensif mengenai wakaf uang sehingga dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, maupun masyarakat dapat menjadi bagian dari gerakan wakaf produktif nasional,” ujarnya.
Adapun Senior Analis Bank Sumsel Babel Syariah, Zakaria, memaparkan mekanisme operasional CWLD, mulai dari proses penghimpunan dana wakaf, penempatan pada deposito syariah, hingga mekanisme penyaluran manfaat yang dilakukan secara profesional sesuai prinsip syariah dan regulasi yang berlaku.
“Cash Waqf Linked Deposit dirancang agar dana wakaf tidak berkurang nilai pokoknya, namun terus menghasilkan manfaat yang berkesinambungan. Sistem ini mengedepankan tata kelola yang transparan, akuntabel, dan sesuai prinsip syariah sehingga kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan wakaf dapat semakin meningkat,” terang Zakaria.
Sementara itu, Wakil Rektor III UIN Raden Fatah Palembang, Dr. Syahril Jamil, M.Ag., menyambut baik kolaborasi tersebut. Menurutnya, penguatan literasi wakaf produktif merupakan bagian penting dalam membangun budaya filantropi Islam di lingkungan akademik.
“Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti pada tahap sosialisasi, tetapi berkembang menjadi kerja sama yang lebih konkret dalam pengembangan pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pemberdayaan ekonomi umat melalui instrumen wakaf produktif. Kampus memiliki tanggung jawab moral untuk menjadi pelopor dalam pengembangan ekonomi syariah yang berorientasi pada kemaslahatan,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, UIN Raden Fatah Palembang dan Bank Sumsel Babel Syariah menegaskan komitmen bersama dalam membangun sinergi pengembangan ekonomi syariah, khususnya melalui optimalisasi Cash Waqf Linked Deposit (CWLD) sebagai instrumen wakaf produktif yang diharapkan mampu memperkuat kemandirian lembaga pendidikan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta mendorong terwujudnya pembangunan berkelanjutan berbasis nilai-nilai Islam.(rbt)














