Jakarta, Top8News – Penguatan dolar Amerika Serikat (AS) mendorong koreksi harga emas pada periode I Juni 2026. Dampaknya, Harga Patokan Ekspor (HPE) emas turun 1,43 persen menjadi USD148.396,49 per kilogram dari USD150.555,29 per kilogram pada periode II Mei 2026.
Berdasarkan siaran pers Kementerian Perdagangan, Senin (1/6), penurunan juga terjadi pada Harga Referensi (HR) emas yang turun menjadi USD4.615,65 per troy ounce (t oz) dari sebelumnya USD4.682,80 per t oz.
Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Tommy Andana menjelaskan, selama periode pengumpulan data harga emas terkoreksi 1,43 persen. Menurutnya, kondisi tersebut dipengaruhi meningkatnya minat investor terhadap instrumen keuangan berbasis imbal hasil dibandingkan emas yang tidak memberikan pendapatan.
“Selama proses pengumpulan data, harga emas terkoreksi sebesar 1,43 persen. Selain dipengaruhi pergeseran preferensi investor ke instrumen berbasis imbal hasil, pasar emas memasuki fase konsolidasi yang mendorong terjadinya aksi ambil untung (profit-taking),” ujar Tommy.
Ia menambahkan, arah kebijakan moneter global dan prospek ekonomi dunia turut memengaruhi pergerakan harga emas internasional. Kombinasi berbagai faktor tersebut membuat harga emas mengalami penyesuaian pada awal Juni 2026.
Kemendag menetapkan HPE dan HR emas melalui Keputusan Menteri Perdagangan Nomor 1416 Tahun 2026 tentang Harga Patokan Ekspor dan Harga Referensi atas Produk Pertambangan yang Dikenakan Bea Keluar. Aturan tersebut berlaku untuk periode 1–14 Juni 2026.
Tommy menjelaskan, penetapan HPE dan HR emas dilakukan berdasarkan data dan masukan teknis dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang mengacu pada perkembangan harga di pasar internasional. Sementara itu, harga emas mengacu pada publikasi London Bullion Market Association (LBMA).
Menurutnya, penetapan tersebut juga dilakukan melalui koordinasi lintas kementerian dan lembaga, termasuk Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian ESDM, Kementerian Keuangan, dan Kementerian Perindustrian, dengan mempertimbangkan perkembangan pasar terkini.













