Jakarta, Top8News – Meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pola hidup sehat membuka peluang besar bagi industri yoghurt lokal untuk terus berkembang. Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menilai tren konsumsi pangan bergizi dan aman menjadi momentum bagi pelaku industri kecil dan menengah (IKM) pangan untuk meningkatkan daya saing produk mereka.
Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kemenperin Reni Yanita mengatakan perubahan perilaku konsumen saat ini menuntut pelaku industri pangan untuk terus berinovasi dan menjaga kualitas produk.
“Konsumen tidak lagi hanya mempertimbangkan cita rasa, tetapi juga semakin memperhatikan aspek keamanan pangan, kandungan gizi, serta keunikan produk yang dikonsumsi,” ujar Reni dalam siaran pers Kemenperin, Minggu (31/5/2026).
Menurut Reni, meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap gaya hidup sehat menjadi peluang besar bagi industri olahan susu, termasuk yoghurt. Namun, pelaku usaha tetap perlu menjaga konsistensi mutu, menerapkan standar keamanan pangan, mampu beradaptasi dengan tren pasar, serta memperkuat strategi pemasaran.
Kemenperin menilai produk yoghurt lokal memiliki potensi besar untuk berkembang seiring meningkatnya permintaan masyarakat terhadap pangan bernilai gizi. Salah satu contoh yang dinilai berhasil menjawab kebutuhan pasar tersebut adalah PT Bogor Sari Nutrisi (BSN), produsen Yess Yoghurt asal Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
“Produk yoghurt yang dihasilkan PT BSN menunjukkan kemampuan IKM dalam menjawab kebutuhan pasar yang terus berkembang. Ini menjadi bukti bahwa IKM pangan lokal mampu bersaing apabila didukung oleh inovasi dan konsistensi kualitas,” kata Reni.
Untuk memperkuat daya saing IKM pangan, Kemenperin terus menjalankan berbagai program pembinaan, mulai dari pendampingan penerapan sistem keamanan pangan dan sertifikasi Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP), penguatan kemitraan usaha, fasilitasi akses pasar domestik dan ekspor, pendampingan pemasaran digital, hingga transformasi Industri 4.0.
Melalui berbagai program tersebut, Kemenperin berharap semakin banyak pelaku IKM pangan yang mampu memanfaatkan tren hidup sehat untuk menghadirkan produk berkualitas dan berdaya saing di pasar nasional maupun global.













