Jakarta, Top8News – Pemerintah terus mendorong penguatan sumber daya manusia (SDM) kesehatan untuk mendukung Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Prabowo Subianto.
Hal tersebut disampaikan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini saat menerima audiensi Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus di Kantor Kementerian PANRB, Jakarta, Selasa (26/5/2026).
Menurut Rini, pemenuhan SDM kesehatan tidak hanya berkaitan dengan jumlah tenaga kesehatan, tetapi juga kualitas kompetensi yang harus disesuaikan dengan transformasi layanan kesehatan nasional.
“Pengembangan kompetensi tenaga kesehatan harus diselaraskan dengan agenda promotif-preventif, manajemen penyakit kronis, telemedicine, AI-assisted diagnosis, dan integrated care melalui pelatihan berkelanjutan,” ujar Rini.
Ia menjelaskan tantangan sektor kesehatan saat ini juga mencakup distribusi tenaga kesehatan, pengembangan kompetensi, hingga sinkronisasi kebutuhan antara pemerintah pusat dan daerah.
Pemerintah juga menilai pemanfaatan teknologi digital dalam layanan kesehatan perlu terus diperkuat untuk mendukung transformasi sektor kesehatan nasional.
Sementara itu, Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus mengatakan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) difokuskan untuk mempercepat peningkatan layanan kesehatan, khususnya di daerah tertinggal, perbatasan, dan kepulauan (3T).
“Program Hasil Terbaik Cepat ini adalah langkah awal yang nyata untuk memastikan masyarakat di pelosok mendapatkan layanan kesehatan setara dengan daerah lain,” kata Benjamin.
Program tersebut mencakup peningkatan infrastruktur rumah sakit daerah, fasilitas kesehatan, hingga penguatan SDM kesehatan di berbagai wilayah Indonesia.









