Babat Supat, Top8News – Di tengah tantangan sosial dan krisis moral yang semakin kompleks, Pondok Pesantren Al-Mubarokah Babat Supat menghadirkan harapan baru melalui Haflah Takhrij ke-1 dan Haflah Tahfidz ke-5 yang digelar khidmat, Kamis.
Kegiatan tersebut bukan sekadar seremoni wisuda santri dan penghafal Al-Qur’an, tetapi menjadi simbol lahirnya generasi Qurani yang dipersiapkan menjadi penerus bangsa dengan bekal ilmu agama, akhlak, dan spiritualitas yang kuat.
Bupati Musi Banyuasin, H. Muhammad Toha Tohet, yang hadir langsung bersama jajaran Pemkab Muba menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak cukup hanya melalui infrastruktur, tetapi juga harus diperkuat dengan pembangunan moral dan spiritual masyarakat.
“Daerah ini membutuhkan generasi yang berilmu, beriman, dan berakhlak. Pondok pesantren memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda di tengah tantangan zaman modern,” ujar Bupati.
Suasana semakin khidmat saat tausyiah disampaikan Ustadz Bitoh Purnomo yang mengingatkan pentingnya menjaga hubungan dengan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup dan benteng menghadapi tantangan sosial masyarakat saat ini.
Mudir Pondok Pesantren Al-Mubarokah, K.H. Muhammad Siddiq, mengatakan Haflah Takhrij dan Haflah Tahfidz bukan hanya tentang kelulusan, tetapi juga amanah besar bagi para santri untuk menjaga nilai-nilai Al-Qur’an di tengah masyarakat.
“Kami ingin mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara spiritual dan moral,” katanya.
Rangkaian kegiatan diisi prosesi wisuda santri, penampilan hafalan Al-Qur’an, doa bersama, hingga pemberian penghargaan kepada santri berprestasi. Suasana haru tampak menyelimuti para wali santri yang hadir menyaksikan capaian putra-putri mereka.
Melalui kegiatan ini, Pondok Pesantren Al-Mubarokah diharapkan terus berkembang menjadi pusat pendidikan Islam yang melahirkan generasi berakhlak dan mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan daerah. (rbt)







