BisnisEkonomiIndustri

10 MoU Strategis Dibuka, AI hingga Kendaraan Listrik Jadi Fokus Kerja Sama Indonesia-Tiongkok

9
×

10 MoU Strategis Dibuka, AI hingga Kendaraan Listrik Jadi Fokus Kerja Sama Indonesia-Tiongkok

Sebarkan artikel ini

Fuzhou, Top8News – Rangkaian implementasi kerja sama Two Countries, Twin Parks (TCTP) antara Indonesia dan Republik Rakyat Tiongkok (RRT) menghasilkan capaian konkret berupa penandatanganan 10 nota kesepahaman (MoU) antara pelaku usaha dan institusi akademik kedua negara dengan total nilai komitmen investasi baru sekitar USD500 juta.

Penandatanganan tersebut dilakukan dalam China-Indonesia TCTP Economic and Trade Cooperation Matchmaking Conference yang diselenggarakan di Fujian Fuyao University of Science and Technology, Fuzhou, pada 15 Mei 2026.

Sepuluh MoU tersebut mencakup berbagai sektor strategis, antara lain biomedis dan uji klinis, keamanan data dan kecerdasan artifisial (AI), perdagangan digital, manufaktur peralatan rumah tangga, kesehatan dan alat kesehatan, industri herbal, mobilitas kendaraan listrik, manufaktur sepeda motor listrik, elektronik konsumen, serta kerja sama akademik dan riset.

Dengan tambahan komitmen investasi tersebut, total komitmen yang berhasil dihimpun dalam kerangka kerja sama TCTP kini mencapai kurang lebih USD10,5 miliar, melanjutkan capaian komitmen investasi sebesar USD10 miliar yang telah diumumkan sebelumnya pada Februari 2026 di Jakarta.

Capaian tersebut merupakan bagian dari implementasi kerja sama TCTP yang terus diperkuat melalui Tripartite High-Level Meeting yang diselenggarakan bersama oleh Kementerian Perdagangan RRT (Ministry of Commerce/MOFCOM) dan Pemerintah Provinsi Fujian,Kamis (2/7).

Delegasi Indonesia dipimpin Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Ekonomi Digital Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Ali Murtopo Simbolon.

Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Ekonomi Digital Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Ali Murtopo Simbolon, mengatakan Tripartite High-Level Meeting tersebut mengevaluasi perkembangan implementasi TCTP sekaligus menyepakati langkah-langkah percepatan program prioritas kerja sama kedua negara.

“Dalam Tripartite High-Level Meeting itu, Pemerintah Indonesia, Kementerian Perdagangan RRT (MOFCOM), dan Pemerintah Provinsi Fujian mengevaluasi perkembangan implementasi TCTP sekaligus menyepakati langkah-langkah percepatan program prioritas kerja sama kedua negara,” ujar Ali Murtopo Simbolon.

Selain menghasilkan komitmen investasi baru, kesepakatan tersebut juga meliputi percepatan penyelesaian proyek unggulan (champion project) kerja sama antara China State Construction Engineering Corporation (CSCEC) dan Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), perluasan cakupan kawasan TCTP, percepatan finalisasi Roadmap TCTP 2026, reaktivasi contact point atau window TCTP di Fuzhou, peningkatan akses pasar produk ekspor Indonesia ke Tiongkok, serta penguatan konektivitas logistik dan pariwisata.

Pertemuan juga membahas peluang pembukaan akses pasar bagi komoditas unggulan Indonesia, termasuk durian segar dan kelapa, penjajakan rute pelayaran langsung antara Fujian dan kawasan TCTP Indonesia, serta pengembangan inisiatif Twin Parks plus Tourism Economy untuk memperkuat sinergi kawasan industri dan pariwisata.

“Untuk mendukung pencapaian target pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 8 persen, investasi adalah salah satu pendorong utama, khususnya di provinsi-provinsi yang terlibat dalam kerja sama TCTP. Kami mengharapkan target dapat dicapai lebih cepat dibandingkan dengan provinsi lainnya,” kata Ali Murtopo Simbolon. (*)