Ekonomi

Menkeu: Fundamental Ekonomi Indonesia Kuat Hadapi Dinamika Global 2027

3
×

Menkeu: Fundamental Ekonomi Indonesia Kuat Hadapi Dinamika Global 2027

Sebarkan artikel ini

Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat dalam menghadapi dinamika global menuju tahun 2027. Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Kerja bersama Komisi XI DPR di Jakarta, Rabu (10/06/2026).

Menurut Menkeu, perekonomian global masih dibayangi ketidakpastian, meski tekanannya mulai menunjukkan penurunan. Namun demikian, ekonomi Indonesia dinilai tetap menunjukkan ketahanan yang solid di tengah kondisi tersebut.

Pertumbuhan ekonomi pada Triwulan I-2026 tercatat sebesar 5,61 persen. Sementara itu, inflasi pada Mei 2026 tetap terkendali di level 3,08 persen secara tahunan (year-on-year). Kinerja perdagangan juga menunjukkan kondisi yang sehat dengan neraca perdagangan yang masih mencatatkan surplus serta cadangan devisa yang memadai setara 5,6 bulan impor.

“Demikian pula dengan kinerja sektor manufaktur ini menunjukkan perbaikan pada bulan Mei 2026, mengindikasikan penguatan aktivitas produksi dan menjadi sinyal positif bagi keberlanjutan pertumbuhan ekonomi ke depan,” ujar Menkeu.

Memasuki Triwulan II-2026, sejumlah indikator domestik juga menunjukkan tren positif. Optimisme konsumen tetap terjaga, tercermin dari peningkatan aktivitas belanja masyarakat berdasarkan Mandiri Spending Index serta Indeks Keyakinan Konsumen Bank Indonesia. Aktivitas ekonomi turut menguat, ditandai dengan meningkatnya penjualan kendaraan, konsumsi listrik, dan permintaan semen.

Dari sisi nilai tukar, rupiah masih menghadapi tekanan akibat sentimen global dan kondisi risk-off di pasar keuangan. Namun pemerintah optimistis penguatan sinergi kebijakan fiskal, moneter, dan sektor keuangan akan menjaga stabilitas nilai tukar.

“Pemerintah optimis dengan sinergi dan koordinasi yang lebih solid antara kebijakan fiskal, moneter, dan sektor keuangan, disertai dengan perbaikan tata kelola Devisa Hasil Ekspor serta pendalaman pasar keuangan akan memperkuat pasokan valas dalam negeri,” ujarnya.

Menkeu juga menyampaikan bahwa arus modal asing menunjukkan perbaikan signifikan pada Triwulan II-2026, terutama pada instrumen Surat Berharga Negara (SBN) dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), meski pasar saham masih mencatatkan arus keluar.

Pemerintah terus menjaga momentum pertumbuhan melalui berbagai kebijakan strategis, termasuk stabilisasi harga pangan dan BBM, penguatan pasokan energi dan beras, disiplin fiskal, percepatan belanja negara, serta pemberian stimulus untuk menjaga daya beli masyarakat dan dunia usaha.

“Fundamental ekonomi domestik yang kuat, didukung kebijakan yang semakin solid, menjadi landasan kokoh untuk menyongsong dinamika tahun 2027,” pungkas Menkeu.