PALI, Top8News – Lembaga Riset Public Trust Institute (PUTIN) memprediksi Pilkada PALI 2031 berpotensi menghadirkan persaingan yang lebih terbuka dibandingkan periode sebelumnya.
Koordinator Wilayah Sumsel PUTIN, Fatkurohman, menjelaskan terdapat sejumlah faktor yang membuat peluang kemunculan kandidat baru semakin besar. Faktor tersebut meliputi berakhirnya masa jabatan petahana, dinamika kepercayaan publik, hingga perubahan perilaku pemilih yang semakin akrab dengan teknologi digital.
Menurutnya, media sosial kini tidak lagi sekadar sarana komunikasi, melainkan telah menjadi instrumen investasi politik yang efektif.
Dalam kajian PUTIN, tokoh yang mampu membangun keterkenalan dan kedekatan dengan masyarakat melalui platform digital memiliki peluang lebih besar untuk meningkatkan elektabilitasnya pada masa mendatang.
Salah satu figur yang dinilai mulai menunjukkan tren tersebut adalah Firdaus Hasbullah. Aktivitasnya yang konsisten memperkenalkan kinerja dan kegiatan keseharian melalui media sosial dianggap sebagai langkah membangun personal branding politik.
Fatkurohman menilai strategi seperti itu akan semakin relevan mengingat penetrasi media sosial di Kabupaten PALI terus meningkat.
“Ketika masyarakat semakin banyak mengakses informasi melalui media digital, maka tokoh yang mampu hadir secara konsisten di ruang tersebut akan memiliki keuntungan dari sisi pengenalan publik,” katanya.
PUTIN juga mengingatkan bahwa investasi politik tidak dapat dilakukan secara instan. Tokoh yang memiliki ambisi maju dalam Pilkada mendatang harus mulai membangun hubungan dengan masyarakat sejak sekarang, baik melalui kerja nyata maupun komunikasi publik yang berkelanjutan.
Apalagi hingga saat ini belum ada kepastian mengenai format pilkada di masa mendatang. Namun menurut PUTIN, memperluas pengenalan diri kepada masyarakat tetap menjadi kebutuhan politik yang tidak bisa diabaikan oleh para calon pemimpin daerah. (*)











