Bali, Top8News – Pemerintah menargetkan seluruh sekolah di Indonesia terbebas dari kondisi rusak berat pada tahun 2028. Target tersebut menjadi bagian dari upaya besar pemerintah dalam mempercepat pemerataan kualitas sarana pendidikan melalui program revitalisasi sekolah yang dilakukan secara masif di berbagai daerah.
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Fajar Riza Ul Haq, mengatakan pemerintah telah menyiapkan langkah percepatan melalui revitalisasi puluhan ribu satuan pendidikan pada tahun 2026. Selain alokasi yang telah tersedia untuk sekitar 11.744 satuan pendidikan, pemerintah juga menargetkan penambahan sedikitnya 60.000 sekolah penerima bantuan revitalisasi sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
Dengan demikian, sedikitnya 71.000 satuan pendidikan akan mendapatkan dukungan revitalisasi pada tahun ini.
“Sejak era Orde Baru membangun SD Inpres, belum pernah ada lagi pembangunan atau perbaikan sekolah secara masif kecuali di era Bapak Prabowo ini,” ujar Fajar saat meresmikan revitalisasi satuan pendidikan di Kabupaten Tabanan, Bali.
Menurut Fajar, program tersebut menjadi langkah strategis untuk mengatasi berbagai persoalan infrastruktur pendidikan yang selama ini masih ditemukan di sejumlah daerah. Pemerintah menargetkan pada 2028 tidak ada lagi sekolah dengan kategori rusak berat, mulai dari tingkat SD, SMP, SMA, madrasah aliyah hingga SMK.
Selain memperbaiki sarana fisik sekolah, pemerintah juga terus mendorong transformasi digital di sektor pendidikan. Pada 2025, sebanyak 288.000 unit Interactive Flat Panel (IFP) telah didistribusikan ke satuan pendidikan di seluruh Indonesia. Jumlah tersebut ditargetkan meningkat hingga 800.000 unit pada tahun 2026 untuk mendukung proses pembelajaran berbasis teknologi.
Komitmen percepatan penanganan sekolah rusak juga ditunjukkan melalui respons cepat pemerintah terhadap kondisi di lapangan. Sebelum menghadiri acara peresmian revitalisasi, Fajar meninjau SD Negeri 3 Sembung Gede di Tabanan yang bangunannya ambruk dan dinilai membahayakan keselamatan siswa maupun guru.
Akibat kerusakan tersebut, para siswa untuk sementara harus mengikuti kegiatan belajar mengajar di ruang-ruang darurat, termasuk memanfaatkan perpustakaan sekolah sebagai ruang kelas.
Melihat kondisi itu, Fajar langsung meminta jajarannya agar sekolah tersebut dimasukkan ke dalam daftar prioritas revitalisasi tahun 2026.
“Tadi sebelum naik panggung, saya sampaikan kepada Bapak Wakil Bupati, sekolah tersebut langsung masuk daftar prioritas,” katanya.
Sementara itu, Wakil Bupati Tabanan, I Made Dirga, menilai revitalisasi sekolah memiliki makna yang lebih luas dibanding sekadar pembangunan fisik. Menurutnya, program tersebut merupakan investasi jangka panjang dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, inklusif, dan inspiratif bagi peserta didik.
Pemerintah berharap percepatan revitalisasi sekolah yang dibarengi transformasi digital serta penguatan kompetensi guru dapat meningkatkan kualitas pendidikan nasional dan memastikan seluruh anak Indonesia memperoleh akses belajar yang layak dan berkualitas.







