HeadlinePendidikan

Sempat Diterima NTU, Rieska Pilih UGM dan Lulus dengan IPK 4,00

11
×

Sempat Diterima NTU, Rieska Pilih UGM dan Lulus dengan IPK 4,00

Sebarkan artikel ini

Yogyakarta, Top8news – Sempat diterima di Nanyang Technological University (NTU) dan mencapai tahap wawancara akhir di National University of Singapore (NUS), Rieska Indah Astuti akhirnya memilih melanjutkan studi di Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Gadjah Mada (UGM).

Keputusan tersebut berbuah manis setelah lulusan Program Studi Magister Sains Ilmu Ekonomi (MSIE) itu dinobatkan sebagai wisudawan terbaik FEB UGM pada Wisuda Program Pascasarjana UGM Periode IV dengan raihan IPK sempurna 4,00, predikat pujian, serta menyelesaikan studi dalam waktu 1 tahun 9 bulan 27 hari.

 

Rieska menjadi salah satu dari 24 lulusan program magister (S2) pada periode tersebut yang meraih IPK tertinggi 4,00. Sebelum melanjutkan pendidikan magister, ia telah berkarier selama 13 tahun di Bank Indonesia (BI) dan terlibat dalam berbagai proses analisis serta perumusan kebijakan. Menariknya, latar belakang pendidikan sarjananya bukan berasal dari bidang ekonomi, melainkan matematika.

 

“Saya sudah memiliki pengalaman kerja 13 tahun, tapi saya sadar itu tidak cukup. Saya butuh fondasi akademik yang kuat supaya keputusan yang saya ambil tidak hanya berdasarkan pengalaman, tapi juga teori, metodologi, dan bukti empiris,” ujarnya, Kamis (23/7/2026).

 

Keputusan melanjutkan studi tidak datang tanpa pertimbangan panjang. Rieska mengaku sempat dihadapkan pada pilihan antara melanjutkan pendidikan di luar negeri dan di Indonesia. Ia pernah diterima di NTU dan sudah sampai tahap wawancara akhir di NUS, dua kampus dengan reputasi kuat di Asia.

 

Namun, Rieska akhirnya memantapkan pilihan pada FEB UGM, bukan karena keterbatasan pilihan, melainkan karena ia menilai lingkungan pendidikannya paling sesuai dengan apa yang sebenarnya ia butuhkan, yaitu keseimbangan antara ruang untuk memadukan pengalaman kerja dengan fondasi akademik yang kokoh serta keluarga yang senantiasa menjadi prioritas.

 

“Saya ingin perjalanan baru saya bisa menjembatani pengalaman dengan ilmu pengetahuan, sehingga saya nggak cuma mampu menjawab apa yang terjadi, tapi juga mengapa itu terjadi dan bagaimana seharusnya kita bereaksi,” jelasnya.

 

Ketertarikan Rieska pada topik tesisnya bahkan telah muncul sebelum ia resmi memulai studi magister. Ia mengkaji peran bank BUMN dalam menjaga penyaluran kredit kepada usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) selama periode tekanan ekonomi di Indonesia.

 

“UMKM ini kan tulang punggung ekonomi Indonesia, tapi kita lihat kemarin saat terjadi tekanan, UMKM ini yang paling severe, yang paling parah jatuhnya. Salah satunya karena saat krisis, bank-bank cenderung mengerem; mereka sangat berhati-hati dalam memberikan pembiayaan kepada UMKM untuk membatasi risiko, padahal UMKM sangat membutuhkan pembiayaan,” ungkapnya.

 

Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa bank BUMN tetap menjalankan mandat sosialnya dengan menjaga penyaluran kredit UMKM selama masa krisis COVID-19. Temuan lainnya menunjukkan bahwa keberadaan Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) turut memengaruhi kepercayaan diri bank dalam menyalurkan kredit selama krisis, meski pengaruhnya berbeda pada setiap bank tergantung kondisi modal, likuiditas, kapasitas pendanaan, dan tingkat risiko kredit.

 

Dalam proses penyusunan tesis, Rieska dibimbing oleh Eny Sulistiyaningrum, S.E., M.A., Ph.D. Pengalaman tersebut mengubah pandangannya terhadap penelitian.

 

“Peran dosen pembimbing ini mengajarkan hal yang sangat berharga bagi saya. Melakukan penelitian ini bukan untuk mempertahankan pendapat pribadi. Saya belajar bahwa saya perlu memiliki kerendahan hati untuk terus memperbaiki argumen berdasarkan data dan masukan,” ungkapnya.

 

Di akhir studinya, Rieska membagikan prinsip hidup yang terus dipegangnya.

 

“Dream big, learn forever, and grow beyond limits. Kita harus berani bermimpi lebih tinggi, terus belajar sepanjang hayat, dan tumbuh melebihi batas yang kita kira ada pada diri kita,” ujarnya.